Fashion

Senin, 03 Januari 2011

Hukum Membaca Al Qur'an bagi Wanita Haidh

Sebaik-baik dzikir adalah dengan membaca Al-Qur’an. Kitab suci yang juga merupakan kalam Ilahi. Membaca dan mentaddaburi ayat suci Al Qur’an dapat mengobati penyakit hati. Setiap huruf dari ayat suci Al Qur’an yang kit abaca akan dibalas dengan 10 pahala. Selain itu, Al Qur’an juga dapat menjadi penerang kita di alam kubur kita nanti.

Dengan segala keutamaannya ini, maka sepertinya tidak ada lagi alasan bagi kita untuk meninggalkannya. Tapi bagaimana dengan kaum muslimah yang mengalami haidh/menstruasi? Apakah hukumnya bagi mereka jika membaca Al Qur’an?

Mari kita simak pendapat ulama kita tentang hal ini :

Jumhur ulama melarang wanita haid untuk memegang, membaca, ataupun membawa Al Qur’an. Nabi saw bersabda : “Tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali orang yang suci (dari hadast).” (HR Al Thabrani dalam al-Kabir).

Namun demikian, menurut madzhab Maliki, boleh untuk memegang dan membaca Al Qur’an bagi yang sedang dalam proses belajar Al Qur’an.

Kesimpulannya, muslimah yang sedang mengalami sakit bulanan (haidh/menstruasi) tidak boleh memegang, membaca ataupun membawa Al Qur’an kecuali  bagi mereka yang sedang dalam proses belajar Al Qur’an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar